Kamis, 30 Mei 2013

TOLERANSI TANAMAN



I.         PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Pohon adalah tumbuhan berkayu yang memiliki diameter 30 cm keatas  dan tinggi mencapai kurang lebih 4 meter keatas serta memiliki batang pokok yang jelas dan pertumbuhananya mengarah keatas. Pohon-pohon toleran adalah jenis pohon yang tumbuh memmbutuhkan naungan dari jenis pohon lainnya. Pohon toleran berproduksi dan membentuk lapisan tajuk dibawah pohon-pohon yang kurang toleran bahkan dibawah naungannya sendiri, sedangkan jenis pohon intoleran adalah jenis pohon yang tumbuh membutuhkan cahaya sinar matahari penuh.
Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama bagi ekosistem. Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia.  Dimana cahaya matahari ini digunakan oleh tanaman untuk melakukan proses fotositensis yang nantinya dari hasil proses fotosintesis tersebut digunakan oleh tumbuhan untuk berlangsungnya proses metabolisme yang terjadi di dalam tumbuhan. Dalam melakukan penanaman pohon perlu diperhatikan bersifat toleran dan intoleran yakni tumbuhan yang berbeda-beda menerima cahaya matahari dengan cara membutuhkan bantuan naungan dari jenis tanaman lain dan juga tidak membutuhkan naungan.
Oleh karena itu, praktikum ini perlu dilakukan agar dapat mengetahui jenis tanaman yang termasuk toleran dan intoleran.
B.           Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dilaksanakannya praktikum ini yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui jenis tanaman toleran dan intoleran.
Kegunaan melaksanakan praktikum ini yaitu untuk mengetahui jenis tanaman toleran dan intoleran.










II.        TINJAUAN PUSTAKA
Toleransi adalah istilah kehutanan untuk menyatakan kemampuan relatif pohon untuk bersaing pada persaingan cahaya rendah dan perakaran yang tinggi. Pohon-pohon toleran berproduksi dan membentuk lapisan tajuk dibawah kanopi pohon-pohon yang kurang toleran atau bahkan dibawah naungannya sendiri. Pohon-pohon intoleran berproduksi dengan sukses hanya ditempat terbuka atau bila kanopi terbuka lebar (Daniel, 1987).
Penaungan mengakibatkan perubahan terhadap cahaya matahari yang diterima tanaman, baik intensitas maupun kualitasnya. Pengaruh cahaya terhadap tanaman sangat kompleks, yaitu mempengaruhi proses fotokomia dan juga bentuk dan ukuran tanaman, sehingga akan berpengaruh terhadap hasil akhir tanaman(Woodward dan Sheely. 1983; dalam Sundari 2005).
Pemberian naungan pada tanaman baik secara alami  dan buatan akan berarti mengurangi intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman tersebut, hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan maupun hasil tanaman. Tanaman yang kurang mendapatkan cahaya matahari akan mempunyai akar yang pendek, cahaya matahari penuh yang menghasilkan akar lebih panjang dan lebih bercabang (Darmajaya, 2008).
Setiap tanaman atau jenis pohon mempunyai toleransi yang berlainan terhadap cahaya matahari. Ada tanaman yang tumbuh baik ditempat terbuka sebaliknya ada beberapa tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada tempat teduh/bernaungan. Ada pula tanaman yang memerlukan intensitas cahaya yang berbeda sepanjang periode hidupnya. Pada waktu masih muda memerlukan cahaya dengan intensitas rendah dan menjelang sapihan mulai memerlukan cahaya dengan intensitas tinggi (Soekotjo,1976 dalam Faridah, 1995).
Sebagian dari jenis-jenis dipterocarpaceae terutama untuk jenis kayu yang mempunyai berat jenis tinggi atau tenggelam dalam air atau sebagian lagi tergolong jenis semi toleran atau gap appertunist yaitu jenis-jenis yang memiliki kayu terapung atau berat jenis rendah. Kebutuhan cahaya untuk pertumbuhannya diwaktu muda (tingkat anakan) berkisar antara 50 – 85 % dari cahaya total. Untuk jenis-jenis semitoleran naungan untuk anakan diperlukan sampai umur 3 – 4 tahun atau sampai tanaman mencapai tinggi 1 – 3 meter. Sedangkan untuk jenis-jenis toleran lebih lama lagi yaitu 5 – 8 tahun. Sangat sedikit jenis yang tergolong intoleran antara lain Shorea concorta (Rasyid, 1991 dalam Oben 2010).









III.   METODOLOGI  PRAKTIKUM

A.           Lokasi dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan di Persemaian Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Kendari pada hari Selasa tanggal 8 Maret 2011 pukul 13.00 sampai selesai
B.            Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu tanaman Longkida (Nauclea orientalis), Jabon (Anthocephalus cadamba), Albizia splendenz, Sengon (Paraserianthes falcataria), tali rapia, kayu penyangga, palang dan bambu kecil/lidi.
 Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu parang, mistar ukur, dan kaliper, dan alat tulis menulis.
C.       Prosedur Pelaksanaan
-            Penyiapan Tanaman
Bibit tanaman yang digunakan adalah bibit tanaman yang berasal dari persemaian.
-            Pemeliharaan
Bibit tanaman disimpan ditempat teduh (naungan) dan pada daerah terbuka untuk mengetahui reaksi tanaman terhadap cahaya. Tanaman disiram tiap hari. Parameter yang diukur untuk mengetahui toleransi tanaman adalah peubah tinggi, diameter dan jumlah daun. Pengamatan dilakukan setiap minggu selama 4 minggu.





















IV.    HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada  praktikum toleransi tanaman terhadap cahaya disajikan pada tabel 6, tabel 7 dan tabel 8.
a.         Tabel 6. Pengamatan terhadap toleran (A) dan intoleran (B) pada pengukuran tinggi tanaman Longkida (Nauclea orientalis)
Kode Tanaman

Minggu Ke-
0
I
II
III
A1
A2
A3
A4
A5
A6
A7
A8
A9
A10
20.5
20.6
23.1
18.7
23.4
25.5
25.3
22.8
21.1
21
21.4
21
23.7
19.5
24
25.7
25.4
23
21.3
21.2
22
21.5
24
19.8
24.2
26.2
25.5
23.8
21.5
21.5
24
22.1
25.1
20.1
25
26.5
25.7
23.9
22
22.1
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
B8
B9
B10
22
25.6
20.7
22.3
24
22.8
25.3
24.7
19.5
21.7
23.2
25.7
21.2
23.1
24.2
23
25.5
24.3
19.9
22
23.5
26
21.6
23.6
24.6
23.1
25.7
24.6
20
22.7
24
26.2
22
24.2
25
23.7
26
24.8
20.5
22.9




b.        Tabel 7. Pengamatan terhadap toleran (A) dan intoleran (B) pada pengukuran diameter  tanaman Longkida (Nauclea orientalis)
Kode Tanaman

Minggu Ke-
0
I
II
III
A1
A2
A3
A4
A5
A6
A7
A8
A9
A10
0.52
0.50
0.48
0.52
0.42
0.60
0.48
0.52
0.52
0.54
0.54
0.52
0.50
0.58
0.48
0.62
0.50
0.54
0.54
0.56
0.60
0.60
0.52
0.64
0.50
0.62
0.50
0.56
0.56
0.58
0.68
0.62
0.54
0.68
0.52
0.64
0.51
0.56
0.58
0.60
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
B8
B9
B10
0.60
0.48
0.62
0.42
0.48
0.62
0.50
0.62
0.60
0.52
0.64
0.50
0.68
0.50
0.52
0.64
0.52
0.64
0.60
0.54
0.78
0.54
0.78
0.58
0.54
0.64
0.54
0.70
0.62
0.60
0.80
0.60
0.80
0.62
0.60
0.66
0.56
0.72
0.64
0.62









Tabel 8. Pengamatan terhadap toleran (A) dan intoleran (B) pada pengukuran jumlah daun  tanaman Longkida (Nauclea orientalis)

Kode Tanaman

Minggu Ke-
0
I
II
III
A1
A2
A3
A4
A5
A6
A7
A8
A9
A10
20
14
11
12
10
8
10
12
8
14
21
13
13
13
11
10
12
13
10
15
24
14
13
12
11
10
12
11
9
15
22
15
14
13
12
12
13
11
12
14
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
B8
B9
B10
12
10
16
13
15
8
9
10
11
8
9
8
16
13
14
9
11
10
11
11
9
9
15
12
13
9
11
10
10
10
8
7
14
12
13
12
13
12
12
11

B. Pembahasan
Suatu jenis tanaman harus memperhatikan kebutuhan akan cahaya matahari. Jenis pohon memiliki sifat  toleran adalah jenis pohon untuk hidupnya membutuhkan naungan dari jenis pohon lainnya, sedangkan  jenis pohon yang memilki sifat intoleran adalah jenis pohon yang untuk hidupnya membutuhkan cahaya matahari penuh.
Berdasarkan hasil pengamatan pada tanaman longkida (Nauclea orientalis) dapat dilihat adanya perbedaan antara tanaman yang disimpan ditempat terbuka dan tanaman yang disimpan ditempat yang toleran atau tertutup. Tetapi tanaman longkida yang disimpan ditempat toleran pertumbuhannya baik dilihat dari pertambahan tinggi, diameter serta pada daun. Hal ini disebabkan bahwa tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang pada daerah yang toleran atau tertutup.
             Hasil pengamatan tanaman longkida (Nauclea orientalis)  pada daerah toleran menunjukan adanya pertambahan tinggi yang baik dan bertambahnya jumlah daun dari minggi ke minggu seperti pada tanaman A1 dimana tinggi pohon pada minggu ke I 21,4 cm, minggu ke II bertambah 22 minggu ke III 24 dan minggu ke IV 24,7 dimana sebelum dilakukannya pengukuran tinggi tanaman awalnya yaitu 20,5. Kemudian bertambah besarnya diameter batang dari minggu ke minggu pada tanaman ini yang dapat dilihat pada tabel tanaman toleran. Begitu juga pada daun pada minggu  ke I sebanyak 21 helai daun, minggu ke II-III bertamabah menjadi 23 helai dan pada minggu ke IV bertambah menjadi 25 helai daun. Hal ini dikarenakan adanya kecocokan tanaman longkida dengan daerah pertumbuhannya karena tanaman ini memperoleh penyinaran matahari sesuai yang dikehendaki tanaman tersebut.
            Pada hasil pengamatan tanaman longkida yang ditempatkan pada daerah yang intoleran dimana adanya pertambahan tinggi dan besarnya diameter dari minggu ke minggu yang dapat dilihat jelas pada tabel tanaman intoleran. Tetapi pada pertambahan jumlah daun mengalami penurunan atau berkurangnya jumlah daun dari minggu ke minggu yaitu misalnya pada tanaman AI minggu ke I-II jumlah helai daun berjumlah 9 dan pada minggu ke III-IV mengalami pengurangan helai daun yaitu 8 dimana yang sebelumnya awal jumlah daun keseluruhan berjumlah 12 helai daun. Hal ini disebabkan karena daunnya gugur dan mati. Berarti dalam hal ini tanaman ini dapat tumbuh sangat baik pada daerah yang toleran atau tertutup.
Jadi, pertumbuhan tanaman longkida (Nauclae orienralis) yang disimpan pada tempat yang terbuka pertumbuhannya lebih lambat dan menggugurkan daun dibandingkan tanaman yang ditempatkan pada daerah yang toleran dilihat pada berkurangnya jumlah daun dari minggu ke minggu.













V.  KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan                                        
            Tanaman yang termasuk toleran adalah Longkida (Nauclae orientalis), Sengon (Paraserianthes falcataria ), Albizia splendenz dan tanaman yang termasuk tanaman intoleran yaitu Jabon (Anthocephalus cadamba) dan Merbau (Intsia bijuga).
            Berdasarkan hasil pengamatan pada tanaman longkida (Nuclea orientalis) pada daerah toleran bahwa adanya pertambahan tinggi, diameter dan bertambahnya helai daun setiap minggunya, sedangkan pengamatan pada daerah yang intoleran bahwa adanya pertambahan tinggi dan diameter tetapi jumlah daunnya berkurang.
B. Saran
       Hendaknya dalam melakukan pengukuran memperhatikan cara pengukuran dan pembacaan skala pada alat ukur agar hasilnya tidak mengalami bias yang terlalu tinggi.







DAFTAR PUSTAKA

Darmajaya. 2008. Kemampuan Tanaman Menyerap Cahaya. Universitas Gadja Mada. Yogyakarta.

Daniel W.T. Terjemahan Marsono, Dr. Ir. Djoko. 1987. Prinsip-Prinsip Silvikultur. Gadjah Mada University. Press UGM. Yogyakarta.
Faridah,1995. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman. http://silvika.atspace.com/acara3.html. [8 Maret 2011].
Oben. 2010. Toleransi dan Kelas Tajuk. http://obenoob.blogspot.com/2010/12/bahan-kuliah-silvika.html. [8 Maret 2011].
Sundari T. 2005. Keragaan Hasil Dan Toleransi Genotipe Kacang Hijau Terhadap Penaungan. http://www.silvikultur.com/2010/11/pengaruh-cahaya-terhadap-pertumbuhan-tanaman/. [8 Maret 2011].





Tidak ada komentar:

Posting Komentar