I.
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pohon adalah tumbuhan
berkayu yang memiliki diameter 30 cm keatas
dan tinggi mencapai kurang lebih 4 meter keatas serta memiliki batang
pokok yang jelas dan pertumbuhananya mengarah keatas. Pohon-pohon toleran
adalah jenis pohon yang tumbuh memmbutuhkan naungan dari jenis pohon lainnya.
Pohon toleran berproduksi dan membentuk lapisan tajuk dibawah pohon-pohon yang
kurang toleran bahkan dibawah naungannya sendiri, sedangkan jenis pohon
intoleran adalah jenis pohon yang tumbuh membutuhkan cahaya sinar matahari
penuh.
Cahaya
merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama
bagi ekosistem. Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan
seluruh makhluk hidup di dunia. Dimana cahaya matahari ini digunakan oleh tanaman
untuk melakukan proses fotositensis yang nantinya dari hasil proses
fotosintesis tersebut digunakan oleh tumbuhan untuk berlangsungnya proses
metabolisme yang terjadi di dalam tumbuhan. Dalam melakukan penanaman pohon perlu diperhatikan bersifat
toleran dan intoleran yakni tumbuhan yang berbeda-beda menerima cahaya matahari
dengan cara membutuhkan bantuan naungan dari jenis tanaman lain dan juga tidak
membutuhkan naungan.
Oleh karena itu, praktikum
ini perlu dilakukan agar dapat mengetahui jenis tanaman yang termasuk toleran
dan intoleran.
B.
Tujuan dan
Kegunaan
Tujuan dilaksanakannya
praktikum ini yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui jenis tanaman toleran dan
intoleran.
Kegunaan melaksanakan
praktikum ini yaitu untuk mengetahui jenis tanaman toleran dan intoleran.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Toleransi adalah istilah kehutanan untuk menyatakan kemampuan relatif
pohon untuk bersaing pada persaingan cahaya rendah dan perakaran yang tinggi.
Pohon-pohon toleran berproduksi dan membentuk lapisan tajuk dibawah kanopi
pohon-pohon yang kurang toleran atau bahkan dibawah naungannya sendiri.
Pohon-pohon intoleran berproduksi dengan sukses hanya ditempat terbuka atau
bila kanopi terbuka lebar (Daniel, 1987).
Penaungan mengakibatkan perubahan terhadap cahaya matahari yang diterima
tanaman, baik intensitas maupun kualitasnya. Pengaruh cahaya terhadap tanaman
sangat kompleks, yaitu mempengaruhi proses fotokomia dan juga bentuk dan ukuran
tanaman, sehingga akan berpengaruh terhadap hasil akhir tanaman(Woodward dan
Sheely. 1983; dalam Sundari 2005).
Pemberian naungan pada tanaman baik secara alami dan buatan akan berarti mengurangi intensitas
cahaya yang diterima oleh tanaman tersebut, hal ini akan mempengaruhi
pertumbuhan maupun hasil tanaman. Tanaman yang kurang mendapatkan cahaya
matahari akan mempunyai akar yang pendek, cahaya matahari penuh yang
menghasilkan akar lebih panjang dan lebih bercabang (Darmajaya, 2008).
Setiap tanaman atau jenis pohon mempunyai toleransi yang berlainan
terhadap cahaya matahari. Ada tanaman yang tumbuh baik ditempat terbuka
sebaliknya ada beberapa tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada tempat
teduh/bernaungan. Ada pula tanaman yang memerlukan intensitas cahaya yang
berbeda sepanjang periode hidupnya. Pada waktu masih muda memerlukan cahaya
dengan intensitas rendah dan menjelang sapihan mulai memerlukan cahaya dengan
intensitas tinggi (Soekotjo,1976 dalam Faridah, 1995).
Sebagian dari jenis-jenis dipterocarpaceae terutama untuk jenis kayu yang
mempunyai berat jenis tinggi atau tenggelam dalam air atau sebagian lagi
tergolong jenis semi toleran atau gap appertunist yaitu jenis-jenis yang
memiliki kayu terapung atau berat jenis rendah. Kebutuhan cahaya untuk
pertumbuhannya diwaktu muda (tingkat anakan) berkisar antara 50 – 85 % dari
cahaya total. Untuk jenis-jenis semitoleran naungan untuk anakan diperlukan
sampai umur 3 – 4 tahun atau sampai tanaman mencapai tinggi 1 – 3 meter.
Sedangkan untuk jenis-jenis toleran lebih lama lagi yaitu 5 – 8 tahun. Sangat
sedikit jenis yang tergolong intoleran antara lain Shorea concorta (Rasyid,
1991 dalam Oben 2010).
III. METODOLOGI PRAKTIKUM
A.
Lokasi dan
Waktu
Praktikum ini dilaksanakan di Persemaian Jurusan Kehutanan Fakultas
Pertanian Universitas Haluoleo Kendari pada hari Selasa tanggal 8 Maret 2011
pukul 13.00 sampai selesai
B.
Bahan dan
Alat
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu tanaman
Longkida (Nauclea orientalis), Jabon
(Anthocephalus cadamba), Albizia splendenz, Sengon (Paraserianthes falcataria), tali rapia, kayu penyangga, palang dan
bambu kecil/lidi.
Alat yang
digunakan pada praktikum ini yaitu parang, mistar ukur, dan kaliper, dan alat
tulis menulis.
C. Prosedur
Pelaksanaan
-
Penyiapan
Tanaman
Bibit
tanaman yang digunakan adalah bibit tanaman yang berasal dari persemaian.
-
Pemeliharaan
Bibit
tanaman disimpan ditempat teduh (naungan) dan pada daerah terbuka untuk
mengetahui reaksi tanaman terhadap cahaya. Tanaman disiram tiap hari. Parameter
yang diukur untuk mengetahui toleransi tanaman adalah peubah tinggi, diameter
dan jumlah daun. Pengamatan dilakukan setiap minggu selama 4 minggu.
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Pengamatan
Hasil pengamatan
pada praktikum toleransi tanaman terhadap
cahaya disajikan pada tabel 6, tabel 7 dan tabel 8.
a.
Tabel
6. Pengamatan terhadap toleran (A) dan intoleran (B) pada pengukuran tinggi
tanaman Longkida (Nauclea orientalis)
|
Kode Tanaman
|
Minggu Ke-
|
|||
|
0
|
I
|
II
|
III
|
|
|
A1
A2
A3
A4
A5
A6
A7
A8
A9
A10
|
20.5
20.6
23.1
18.7
23.4
25.5
25.3
22.8
21.1
21
|
21.4
21
23.7
19.5
24
25.7
25.4
23
21.3
21.2
|
22
21.5
24
19.8
24.2
26.2
25.5
23.8
21.5
21.5
|
24
22.1
25.1
20.1
25
26.5
25.7
23.9
22
22.1
|
|
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
B8
B9
B10
|
22
25.6
20.7
22.3
24
22.8
25.3
24.7
19.5
21.7
|
23.2
25.7
21.2
23.1
24.2
23
25.5
24.3
19.9
22
|
23.5
26
21.6
23.6
24.6
23.1
25.7
24.6
20
22.7
|
24
26.2
22
24.2
25
23.7
26
24.8
20.5
22.9
|
b.
Tabel
7. Pengamatan terhadap toleran (A) dan intoleran (B) pada pengukuran
diameter tanaman Longkida (Nauclea orientalis)
|
Kode Tanaman
|
Minggu Ke-
|
|||
|
0
|
I
|
II
|
III
|
|
|
A1
A2
A3
A4
A5
A6
A7
A8
A9
A10
|
0.52
0.50
0.48
0.52
0.42
0.60
0.48
0.52
0.52
0.54
|
0.54
0.52
0.50
0.58
0.48
0.62
0.50
0.54
0.54
0.56
|
0.60
0.60
0.52
0.64
0.50
0.62
0.50
0.56
0.56
0.58
|
0.68
0.62
0.54
0.68
0.52
0.64
0.51
0.56
0.58
0.60
|
|
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
B8
B9
B10
|
0.60
0.48
0.62
0.42
0.48
0.62
0.50
0.62
0.60
0.52
|
0.64
0.50
0.68
0.50
0.52
0.64
0.52
0.64
0.60
0.54
|
0.78
0.54
0.78
0.58
0.54
0.64
0.54
0.70
0.62
0.60
|
0.80
0.60
0.80
0.62
0.60
0.66
0.56
0.72
0.64
0.62
|
Tabel 8. Pengamatan terhadap toleran (A) dan intoleran (B) pada
pengukuran jumlah daun tanaman Longkida
(Nauclea orientalis)
|
Kode Tanaman
|
Minggu Ke-
|
|||
|
0
|
I
|
II
|
III
|
|
|
A1
A2
A3
A4
A5
A6
A7
A8
A9
A10
|
20
14
11
12
10
8
10
12
8
14
|
21
13
13
13
11
10
12
13
10
15
|
24
14
13
12
11
10
12
11
9
15
|
22
15
14
13
12
12
13
11
12
14
|
|
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
B8
B9
B10
|
12
10
16
13
15
8
9
10
11
8
|
9
8
16
13
14
9
11
10
11
11
|
9
9
15
12
13
9
11
10
10
10
|
8
7
14
12
13
12
13
12
12
11
|
B. Pembahasan
Suatu jenis tanaman harus memperhatikan kebutuhan akan cahaya matahari.
Jenis pohon memiliki sifat toleran
adalah jenis pohon untuk hidupnya membutuhkan naungan dari jenis pohon lainnya,
sedangkan jenis pohon yang memilki sifat
intoleran adalah jenis pohon yang untuk hidupnya membutuhkan cahaya matahari
penuh.
Berdasarkan hasil pengamatan pada tanaman longkida (Nauclea orientalis) dapat dilihat adanya perbedaan antara tanaman
yang disimpan ditempat terbuka dan tanaman yang disimpan ditempat yang toleran
atau tertutup. Tetapi tanaman longkida yang disimpan ditempat toleran
pertumbuhannya baik dilihat dari pertambahan tinggi, diameter serta pada daun.
Hal ini disebabkan bahwa tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang pada daerah
yang toleran atau tertutup.
Hasil
pengamatan tanaman longkida (Nauclea
orientalis) pada daerah toleran
menunjukan adanya pertambahan tinggi yang baik dan bertambahnya jumlah daun
dari minggi ke minggu seperti pada tanaman A1 dimana tinggi pohon pada minggu
ke I 21,4 cm, minggu ke II bertambah 22 minggu ke III 24 dan minggu ke IV 24,7
dimana sebelum dilakukannya pengukuran tinggi tanaman awalnya yaitu 20,5.
Kemudian bertambah besarnya diameter batang dari minggu ke minggu pada tanaman
ini yang dapat dilihat pada tabel tanaman toleran. Begitu juga pada daun pada
minggu ke I sebanyak 21 helai daun,
minggu ke II-III bertamabah menjadi 23 helai dan pada minggu ke IV bertambah
menjadi 25 helai daun. Hal ini dikarenakan adanya kecocokan tanaman longkida
dengan daerah pertumbuhannya karena tanaman ini memperoleh penyinaran matahari
sesuai yang dikehendaki tanaman tersebut.
Pada hasil pengamatan tanaman
longkida yang ditempatkan pada daerah yang intoleran dimana adanya pertambahan
tinggi dan besarnya diameter dari minggu ke minggu yang dapat dilihat jelas
pada tabel tanaman intoleran. Tetapi pada pertambahan jumlah daun mengalami
penurunan atau berkurangnya jumlah daun dari minggu ke minggu yaitu misalnya
pada tanaman AI minggu ke I-II jumlah helai daun berjumlah 9 dan pada minggu ke
III-IV mengalami pengurangan helai daun yaitu 8 dimana yang sebelumnya awal
jumlah daun keseluruhan berjumlah 12 helai daun. Hal ini disebabkan karena
daunnya gugur dan mati. Berarti dalam hal ini tanaman ini dapat tumbuh sangat
baik pada daerah yang toleran atau tertutup.
Jadi, pertumbuhan tanaman longkida (Nauclae
orienralis) yang disimpan pada tempat yang terbuka pertumbuhannya lebih
lambat dan menggugurkan daun dibandingkan tanaman yang ditempatkan pada daerah
yang toleran dilihat pada berkurangnya jumlah daun dari minggu ke minggu.
V.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Tanaman yang termasuk toleran adalah
Longkida (Nauclae orientalis), Sengon
(Paraserianthes falcataria ), Albizia splendenz dan tanaman yang
termasuk tanaman intoleran yaitu Jabon (Anthocephalus
cadamba) dan Merbau (Intsia bijuga).
Berdasarkan
hasil pengamatan pada tanaman longkida (Nuclea
orientalis) pada daerah toleran bahwa adanya pertambahan tinggi, diameter
dan bertambahnya helai daun setiap minggunya, sedangkan pengamatan pada daerah
yang intoleran bahwa adanya pertambahan tinggi dan diameter tetapi jumlah
daunnya berkurang.
B. Saran
Hendaknya dalam melakukan pengukuran
memperhatikan cara pengukuran dan pembacaan skala pada alat ukur agar hasilnya
tidak mengalami bias yang terlalu tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Darmajaya.
2008. Kemampuan Tanaman Menyerap Cahaya. Universitas Gadja Mada. Yogyakarta.
Daniel W.T.
Terjemahan Marsono, Dr. Ir. Djoko.
1987. Prinsip-Prinsip Silvikultur. Gadjah Mada University. Press UGM.
Yogyakarta.
Faridah,1995. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman. http://silvika.atspace.com/acara3.html. [8 Maret 2011].
Oben. 2010. Toleransi dan Kelas Tajuk. http://obenoob.blogspot.com/2010/12/bahan-kuliah-silvika.html.
[8 Maret 2011].
Sundari T. 2005. Keragaan Hasil Dan Toleransi Genotipe Kacang
Hijau Terhadap Penaungan. http://www.silvikultur.com/2010/11/pengaruh-cahaya-terhadap-pertumbuhan-tanaman/. [8 Maret 2011].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar